![]() |
| Image by hanadora.com |
- Baca Juga: Kabin Bersih dan Rapih, Kesehatan dan Kenyamanan Saat Berkendara Terjaga
- Baca Juga: Cara Merawat Ban Mobil dan Motor Agar Awet 1000 Tahun Lamanya
Selamat datang di blog Review Info, temukan hal-hal menarik, berita terbaru, dan informasi menarik yang ada di dalam artikel blog ini
![]() |
| Image by hanadora.com |
![]() |
| Image by googleplus |
![]() |
| Image by kabarbromoterkini.com |

PERAWANGPOS -- Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (PD) Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyarankan agar Ruhut Sitompul yang tidak mendukung pasangan Agus-Sylvi untuk mundur dari partai. Ruhut pun menolak. "Demokrat bukan partaiku yang pertama tapi Demokrat partaiku yang terakhir. Kalau dipecat, aku tetap pakai di dadaku lambang Demokrat. Aku membesarkan partai, jangan bilang dibesarkan partai," kata Ruhut saat dihubungi, Rabu (28/9/16).
Ruhut tetap pada pendiriannya untuk mendukung cagub petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai akan menang di Pilgub DKI 2017. Menurut Ruhut, imbauan mundur itu akibat Partai Demokrat tidak berani memecatnya. "Aku tahu kenapa mereka enggak berani pecat aku. Karena karamlah partai ini kalau Ahok menang.
Nanti kadernya yang paling hebat dia pecat karena enggak dukung calon dari parpolnya, ternyata menang. Jadi semua kebakaran jenggot," ungkap anggota Komisi III DPR ini. "Masih banyak amunisi aku. Hati hati sama Ruhut. Gawat kalau aku 'nyanyi'," sambung Ruhut sambil tertawa. Meski sudah digeser dari jabatan koordinator juru bicara partai, Ruhut meyakini dia masih disayang oleh Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan ayah Agus dan Ibas.
Sindiran balasan pun dia lempar ke Ibas. "Kau bisa kebayang bagaimana Republik ini bisa maju, apalagi parpol kalau cara berpikirnya seperti tukang parkir. Jangan berpikir tukang parkir. Hanya tukang parkir yang pekerjaannya bilang 'mundur mundur kiri kanan stop'. Hahaha," ujar Ruhut.
Sebelumnya, Ibas pun mengisyaratkan agar kader PD yang memiliki perbedaan pandangan dengan partai untuk mengambil sikap tegas. Yakni untuk mengundurkan diri dari Demokrat atau menempuh jalan lain. "Namun saya yakin kecintaan Saudara Ruhut yang telah berjuang dan menjadi bagian dalam membesarkan Partai Demokrat tidak pernah pudar pada partai yang disayanginya," ujar Ibas dalam keterangan tertulisnya.
Sumber : LensaBerita
![]() |
| CPNS Kehutanan 2016 |

Mau berlangganan Informasi CPNS terbaru dari kami silahkan Unduh APlikasi Android website ini di link berikut ini==> https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wBERITAPNSCOM
PERAWANGPOS -- Mantan Presiden Israel Shimon Peres meninggal dunia pada Selasa (27/9) waktu Tel Aviv, Israel.
Kabar kematian Peres diberitakan oleh Reuters mengutip media setempat. Sementara kantor beritaAFP mendapatkan konfirmasi kematian pria 93 tahun itu dari seorang dokter di rumah sakit Tel Aviv.
Sebelumnya diberitakan kondisi Peres kian memburuk dan dalam kondisi kritis. Dia dirawat di rumah sakit setelah terserang stroke berat sejak dua pekan lalu.
Kondisinya dilaporkan sempat membaik sebelum kemudian terpuruk pada Selasa (27/9), menurut laporan berbagai media Israel.
Keluarga dan kerabat dekat Peres telah berada di pembaringannya saat kondisinya kian kritis. Namun mereka menolak berkomentar soal keadaannya.
Belum ada informasi kapan dan dimana dia akan dimakamkan.
AFP mencatat, Peres aktif di dunia politik, meneruskan jabatan sebagai menteri luar negeri, dan kemudian terpilih kembali sebagai perdana menteri selama dua periode.
Ia menjabat presiden dari 2007-2014. Selama menjabat, Peres banyak membunuh warga Gaza dan Palestina pada umumnya.
Sumber: CNN
![]() |
| Gambar hanya Ilustrasi |
![]() |
| Gambar hanya Ilustrasi |
DOWNLOAD APLIKASI BERITA PNS DAN GURU LANGSUNG DI HP ANDA MELALUI PLAYSTORE UNTUK DAPATKAN INFORMASI TERBARU DARI KAMI SEPUTAR BERITA PNS DAN GURU DISINI >> play.google.com/BeritaPNSdanGuru
PERAWANGPOS -- Kuat terindikasi ada politik adu domba untuk melemahkan pasangan calon gubernur/wagub Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Agus-Sylvi dan Anies-Sandi diadu domba sedemikian rupa sehingga para pendukungnya saling fitnah dan hujat.
Sinyalemen itu disampaikan pengamat politik Muhammad Huda (26/09). Untuk kepentingan adu domba itu, sejumlah cukong kabarnya sudah menggelontorkan dana.
“Pendukung Anies-Sandiaga dan Agus-Sylviana harus mewaspadai adanya politik adu domba. Kabarnya, ada gelontoran cukong untuk memecah kekuatan Agus-Sylvi dan Anies-Sandiaga. Ini akan menguntungkan Ahok-Djarot sebagai petahana,” ungkap Muhammad Huda.
Menurut Huda, salah satu indikasi adanya upaya adu domba itu adalah “perang” pendukung di sosial media. “Ada yang memanfaatkan medsos dengan sengaja menjelekkan Anies-Sandiaga dan Agus-Sylviana. Caranya seolah-olah pendukung Anies-Sandiaga tetapi menjelek-jelekkan Agus-Sylviana, begitu pula sebaliknya,” ungkap Huda.
Selain di sosial media, kata Huda, media massa pendukung petahana juga berupaya melakukan framing negatif yang menjelekkan pasangan Anies-Sandiaga maupun Agus-Sylviana.
“Jangan sampai para pendukung kedua pasangan ini ikut-ikutan men-share berita di medsos yang saling menjelekkan kedua pasangan ini. Kalau ikut men-share berarti mengikuti permainan cukong dan pendukung Ahok,” tegas Huda.
Sumber ; Intelijen


SEBAGAIMANA sudah ia yakini sejak lama, ia akan mati hari ini, tepat pukul sembilan pagi. Ia ingin segalanya berlangsung tenang dan nyaman. Ia ingin menikmati detik-detik kematiannya dengan karib. Maka ia pun mandi, merasakan air yang meresap lembut dalam pori-porinya dengan kesegaran yang berbeda dari biasanya. Kulitnya terasa lebih peka. Ia bisa merasakan gesekan yang sangat lembut pelan, ketika sebutir air bergulir di ujung hidungnya. Bahkan ia bisa merasakan dingin yang menggeletarkan bulu-bulu matanya. Betapa waktu yang berdenyut lembut membuat perasaannya terhanyut. Dan ia memejam, mencoba merasakan segala suara dan keretap cahaya yang masuk lewat celah ventilasi kamar mandi.
Ia merasa bersyukur, betapa ia telah lama mengetahui kematiannnya sendiri, hingga bisa mempersiapkan segalanya tanpa tergesa-gesa. Ia memotong kuku, mencukur cambang, dan merapikan kumisnya yang tipis. Ia ingat, teman-temannya selalu bilang kalau ia terlihat lebih ganteng bila berkumis tipis. Ia tersnyum. Ia ingin tampak ganteng saat mati pagi ini. Ia menyisir rambuhnya belah tengah, mengoleskan minyak rambut hingga tampak klimis, menge
... baca selengkapnya di Secret (Rahasia) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu