Tampilkan postingan dengan label musibah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musibah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2016

Innalillah... Jembatan di Selatan Bali Ambruk

PERAWANGPOS -- Jembatan penghubung dua pulau di selatan Bali, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, ambruk. Tujuh orang dilaporkan tewas dan 18 orang lainnya mengalami luka.

"Tujuh meninggal dunia dan 18 orang luka-luka. Info ini didapat dari Puskesmas Nusa Penida," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, seperti dikutip dari Detikcom.

Sutopo mengatakan, hingga saat ini petugas masih berusaha menyelamatkan para pengendara motor dan warga yang tercebur ke dalam laut. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai penyebab robohnya jembatan tersebut.

Jembatan Kuning di Nusa Lembongan, Bali, ambruk (Akun Twitter @Sutopo_BNPB)

Jembatan penghubung kecil yang kerap disebut Jembatan Kuning itu selama ini menjadi lokasi favorit para turis domestik maupun asing yang mengunjungi Pulau Lembongan. Mereka kerap turun dari motor ketika menyeberang pulau hanya untuk berfoto di sana.

Anak-anak muda setempat menyebut jembatan yang terbuat dari besi dan kayu itu sebagai jembatan cinta.

BNPB menduga Jembatan Kuning roboh karena kerusakan fondasi. Menurut Sutopo, jembatan sudah beberapa direnovasi akibat kerusakan fondasi itu.

Sumber : CNN

Rabu, 21 September 2016

Posko FPI Telah Berdiri Ditengah Musibah Banjir Bandang di Garut

PERAWANGPOS - Kabupaten Garut, di Jawa Barat, kembali diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor. Banjir dan longsor yang diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak Selasa lalu, telah membuat banyak tempat di Garut terendam banjir, tertimbun longsor, yang bahkan hingga menyebabkan korban jiwa.

Melihat kondisi ini, tentunya banyak pihak yang turut bersimpati dan merasa berkewajiban untuk membantu kesulitan warga Garut yang tertimpa bencana. Berbagai bantuan pun kini mulai mengalir untuk meringankan beban dan penderitaan warga.

Salah satu pihak yang telah turut membuka posko bantuan untuk bencana tersebut adalah Front Pembela Islam atau FPI. DPW FPI Kabupaten Garut sendiri membuka posko bantuan bencananya disekitar wilayah Garut Kota.
Posko Relawan Bencana DPW FPI Kabupaten Garut
"Relawan FPI Garut peduli bencana. DPW FPI Garut sudah membuka posko di Kp Rengganis RW 02, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota," ujar Habib Rizieq Shihab, Imam Besar FPI, melalui akun Fanspagenya.

Relawan FPI Bahu Membahu Membantu Warga Korban Bencana di Garut
Bencana Banjir dan Longsor di Garut, memang begitu berdampak pada kehidupan dan aktivitas masyarakat. Melihat kondisi ini, Habib Rizieq lantas menyerukan kepada masyarakat dan juga Netizen untuk bisa bersama-sama membantu kesulitan warga dengan mengirimkan bantuan berupa makanan, obat-obatan dan pakaian.

Bagi yang berniat untuk turut membantu, bisa mendatangi langsung posko bantuan bencana FPI tersebut dan menghubungi relawan FPI yang bertugas di lapangan atau melalui nomor 085223580409, yang bisa dihubungi di setiap waktu.

Sumber: Sorak.in

Korban Banjir Bandang Garut Meningkat, 21 Orang Tewas

PERAWANGPOS - Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus bertambah. Pada pukul 16.00 WIB, jumlah korban tewas jadi 21 jiwa.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut TB Agus Sofyan mengatakan, jumlah korban banjir bandang ini bertambah, setelah pihak berwenang di Kabupaten Sumedang menemukan dua jenazah di aliran Sungai Cimanuk.

“Tepat tadi pukul 16.00 WIB, dua korban meninggal ditemukan di Sumedang, jadi sementara ini jumlah bertambah sebanyak 21 orang,” ujar Agus, Rabu (21/9/2016).

Agus mengaku belum bisa menyebutkan identitas dua korban meninggal yang ditemukan di Sumedang. Menurutnya, jenazah dari Sumedang tersebut sedang dibawa petugas ke Kabupaten Garut.

“Jenazah yang sudah ditemukan akan dievakuasi dahulu ke Rumah Sakit Guntur. Proses identifikasi akan dilakukan di rumah sakit tersebut,” ujarnya.

Sumber: Sindonews.com

Selasa, 20 September 2016

Innalilahi! 10 Orang Tewas Dihantam Banjir Bandang

PERAWANGPOS - Hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang, ditambah tingginya tingkat kerentanan telah menyebabkan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Banjir bandang kembali menerjang daerah Bayongbong, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut pada Rabu (21/9) pukul 01.00 WIB.

Meluapnya Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri secara cepat menyebabkan banjir bandang hingga ketinggian 1,5 hingga 2 meter. "Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Garut terdapat 8 orang tewas, 1 orang hilang, 4 orang luka berat, 26 orang luka ringan dan ratusan pengungsi," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (21/9).

Pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Ratusan pengungsi ditempatkan di kantor Korem. BPBD Provinsi Jawa Barat membantu penanganan darurat. Posko dan dapur umum telah didirikan. Bupati Garut menunjuk Dandim sebagai komandan tanggap darurat. Pendataan masih dilakukan.

Hujan deras sejak Selasa (20/9) pukul 19.00 WIB menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Pukul 20.00 WIB banjir setinggi lutut kemudian sekitar jam 23.00 WIB banjir setinggi 1,5 hingga 2 meter. Saat ini sebagian banjir sudah surut. Ini menunjukkan kondisi hulu DAS Cimanuk sudah rusak dan kritis.

Sementara itu, dalam waktu yang hampir bersamaan terjadi longsor di Desa Cimareme, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat pada Selasa (20/9) pukul 22.00 WIB. Longsor menimbun dua unit rumah tertimbun tanah longsor. Dua orang ditemukan tewas dan diduga dua orang masih tertimbun longsor. Pencarian korban masih dilakukan.

Tim Reaksi Cepat BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat memberikan pendampingan penanganan darurat BPBD Garut dan BPBD Sumedang. Kebutuhan mendesak saat ini adalah dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat. Beras dan permakanan diperlukan untuk penanganan pengungsi.

Sutopo mengimbau terus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor. Hujan akan terus meningkat hingga puncaknya Januari 2017 mendatang. "La Nina, dipole mode negatif dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari normalnya sehingga dapat memicu banjir dan longsor," kata dia.

Sumber : Republika.co.id