Tampilkan postingan dengan label Realita Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Realita Cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 September 2016

Cerdas Kelola Emosi dengan Baik dan Tepat!

Termasuk juga pada pasangan suami-istri. Bukan cuma urusan pekerjaan, yang bisa membuat emosi negatif dibawa-bawa ke rumah dan dilampiaskan pada pasangan, tapi juga hal-hal yang menyulit pertengkaran yang semestinya bisa dihilangkan.

Contohnya yang terjadi pada Alisa. Bangun jam 6 pagi untuk menyiapkan menu sarapan sebelum ketika weekend, Alisa agak sebal kalau Budi sulit dibangunkan. Memang, sih, rasanya pasti ngantuk banget. "Tapi aku, kan, maunya ada obrolan di meja makan sambil sarapan bareng. Bukannya kaya bos, bangun, makan, langsung tidur," keluh Alisa dalam hati.

Masih banyak contoh lainnya dimana suami-istri juga didera ujian menahan emosi. Termasuk pada pihak di luar keluarga inti seperti mertua atau ipar. Tapi sebenarnya apa saja, sih, jenis emosi yang kerap dialami dalam hubungan suami-istri? Antara lain rasa ingin dicintai, dihargai, dibutuhkan, dihormati, didengarkan, dan tentu saja rasa aman.

Naomi Ernawati Lestari, M.Psi, psikolog klinis dewasa dari klinik Ligthouse Jakarta pun menjelaskan, sebelum memberi respons, bijaknya kita mengenali betul sifat pasangan. Ditambah, situasi apa saja yang biasanya dapat menyulut emosi sebagai suami-istri.

"Begitu pula dengan emosi kamu, apa yang kamu butuhkan secara emosi, bagaimana mengekspresikannya dengan tepat, dan apa yang kamu harapkan?" katanya. Sebab ekspektasi menjadi salah satu faktor pencetus emosi negatif dalam rumah tangga. Misalnya yang terjadi pada Alisa di atas. Jadi, dengan cara berkomunikasi pastikan kebutuhan emosi kamu terpenuhi atau setidaknya dibicarakan kepada pasangan.

Sebab jika terus dipendam dan dibiarkan berlarut-larut, efek terburuk dari emosi adalah kamu merasa stres, depresi, atau malah timbul penyakit. "Emosi adalah hal yang penting untuk diekspresikan dengan tepat. Jika tidak diekspresikan maka akan menyebabkan masalah psikologis yang lebih berat."

Namun, menurut Naomi di sisi lain emosi memang tidak selalu negatif. Ada emosi yang positif, seperti rasa bahagia, senang. Bahkan, emosi negatif pun mempunyai sisi positif. "Misal, rasa sedih membuat kamu memperhatikan diri kamu dan hal-hal di sekitar kamu, rasa pesimis membuat kamu mempersiapkan diri dengan lebih baik, rasa bersalah mengembangkan rasa moral kamu, rasa cemas membuat kamu berusaha mengatasi masalah," ujar ibu satu anak ini.

3 Tahap Redam Emosi

Terkadang emosi datang tiba-tiba dan mampu membuat seseorang lepas kendali. Soal ini, kata Noami, ada cara bagi tiap individu untuk mengenali lebih dulu hal-hal yang berpotensi memancing amarah kamu. Jika ada yang bilang berhitung 1 hingga 10 dalam hati bisa membantu kamu menenangkan diri, perempuan yang hobi menulis ini juga memberi kiat bagaimana tahapan emosi itu bisa diredam dengan cara berikut:

Identifikasikan emosinya
Apa yang kamu rasakan? Setiap orang mempunyai emosi yang menyebabkan rasa yang berbeda-beda di tubuh. Sensasinya bisa berbeda-beda. Perhatikan sensasinya dan apakah emosi yang menyebabkannya. Misalnya kalu perut mulas, mungkin emosi yang kamu rasakan adalah cemas, ketika bahu pegal, ternyata kamu sedang tegang.

Pahami alasan emosi itu terjadi dan apa pesannya
Misalnya ketika kamu marah, hal itu terjadi karena seseorang melanggar batas atau kamu merasa tidak dihormati, atau kamu merasa diabaikan. Ketika kamu sudah paham apa saja yang kamu rasakan, baru kamu bisa melakukan tindakan tertentu.

Lakukan sesuatu
Apaya yang perlu kamu lakukan kalau merasakan emosi? Misal, seseorang membuat kamu marah, apa yang ingin kamu sampaikan, tindakan apa yang akan kamu lakukan, seberapa marahnya kamu?

6 Cara Cerdas Kelola Emosi

Kesal, sedih, dan merasakan jenis emosi yang lain adalah hal normal pada setiap manusia. Yang membedakan adalah mampukah kamu menyalurkan dengan cara yang cerdas dan menguntungkan?

1. Jangan Reaktif

Langsung bereaksi ketika sedang merasakan emosi negatif bisa jadi akan berbuat kesalahan. Kamu bisa saja mengatakan atau melakukan sesuatu yang kamu sesali nantinya.

2. Minta ketenangan pada Tuhan

Iman dapat menyelamatkan kamu dalam situasi-situasi yang kelam. Mendekatkan diri pada Tuhan akan menolong kamu melewati berbagai cobaan dengan lebih mudah. Ketika emosi menguasai kamu, tutup mata, fokus hanya pada solusi positif dari masalah kamu, dan minta Tuhan menunjukan jalan yang terbaik, salat.

3. Temukan cara yang sehat untuk mengeluarkan emosi

Emosi tidak seharunya dipendam. Telepon atau temui seseorang yang kamu percaya dan ceritakan kepada mereka mengenai emosi kamu. Kadang-kadang kamu tidak terlalu perlu mengatasi masalahnya, tetapi didengarkan emosinya. Setelah itu kamu akan merasa lebih lega. Selain itu, kamu bisa melupakan emosi kamu dengan olahraga atau menulis. Temukan cara yang paling tepat untuk kamu.

4. Lihat gambaran besarnya

Setiap kejadian di dalam hidup kita, baik ataupun buruk, ada tujuannya. Lebih bijaksana berarti bisa melihat apa makna di balik setiap masalah. Mungkin sekarang kamu tidak mengerti dan merasa marah atau kecewa, tapi suatu saat kamu akan melihatnya.

5. Tukar pikiran kamu

Emosi negatif menyebabkan perilaku yang negatif. Setiap kamu merasa emosi yang membuat kamu merasa dan berpikir sesuatu yang buruk, paksakan mengubah semua itu dengan pikiran yang lain. Bayangkan resolusi ideal untuk masalah kamu, pikirkan seseorang yang membuat kamu bahagia, ingat hal-hal yang membuat kamu bahagia.

6. Maafkan penyebab emosi kamu

Penyebab emosi kamu mungkin suami, mertua, atau anggota keluarga lain. Ketika kamu memaafkan, kamu akan merasa terbebas dari perasaan buruk dan merasa lebih baik. Tidak percaya? Buktikan saja!

Maafin Aku ya, Sayang?

Penyesalan selalu hadir di akhir, kalau diawal namanya pendaftaran heheheh. Hal itu terjadi usai meluapkan amarah pada pasangan. Bukan tak mungkin kamu atau pasangan saat itu tak mampu mengendalikan ucapan menyakitkan yang membekas di hati. Duh, untuk menebus rasa sesal ini bagaimana caranya meminta maaf atau sebaliknya, mampukah diri memaafkannya?

Naomi menyarankan agar terlebih dahulu menelusuri, apa, sih, sebenarnya yang jadi permasalahan? Lalu jangan abai pada sikap-sikap ini ketika permintaan maaf itu datang:

Lihat apa yang menyebabkan pertengkaran
Kelihatannya kamu bertengkar soal uang, anak, atau hal lainnya, tapi sebenarnya mungkin saja ada hal lain yang belum sepenuhnya diekspresikan. Mengidentifikasikan apa yang sebenarnya kamu rasakan dapat membantu kamu lebih tenang dan berbaikan dengan pasangan.

Komunikasikan apa perasaan kamu
Apa yang menganggu kamu sehingga merasa emosi negatif. Rasakanlah dan buanglah.

Bertanggung jawab
Apakah kamu memarahi pasangan? Berusaha mengontrol segala sesuatu? Berusaha mendapatkan apa yang kamu inginkan dengan marah-marah? Seringkali kita melakukan hal ini, Cobalah untuk mengatakannya tanpa berusaha menyelahkan siapapun sehingga kamu bisa membuka dialog dengan baik.

Rendah Hati
Kadang-kadang jika kamu meminta maaf untuk sesuatu yang anda kamu lakukan, maka bisa membuat pasangan menjadi tenang dan dia akan meminta maaf juga.

Jangan berusaha menjadi selalu benar
Tidak perlu selalu ingin benar memenangkan argumen dalam pertengkaran.

Hargai pasangan kamu
Hargai pasanganmu dengan tetap menjaga nama baik hubungan kalian sendiri.

Buat batasan
Jika bertengkar, buatlah batasan apa yang tidak boleh diucapkan dan dilakukan, misal tidak mengucapkan kata-kata kasar atau melakukan kekerasan.

Jika pasangan memendam perasaan, berilah ia waktu untuk menenangkan dirinya dahulu
Mungkin ia juga butuh waktu untuk memahami apa yang ia rasakan. Jika dirasa ia sudah tenang, mulailah dari kamu yang membuka diri dan katakan apa yang kamu rasakan, dengan nada yang lembut dan tanpa menghakimi. Dengan begitu ia akan lebih terbuka dalam mengeluarkan emosinya.

Minggu, 28 Agustus 2016

Kisah Wanita Mualaf yang Dulunya Mantan Model Seksi

Tidak ada yang bisa menebak garis kehidupan seseorang. Dia yang dulu di cap hitam karena bergelut dengan germelapnya keindahan duniawi sekarang telah berubah seakan terlahir suci putih kembali dunia. Adalah kisah nyata Felixia Yeap, wanita mualaf yang dulunya terkenal sebagai mantan model seksi majalah dewasa Playboy. 

Memutuskan masuk Islam sejak 3 Juli tahun 2014 lalu, Felixia Yeap resmi mengganti namanya menjadi Raisyyah Rania Yeap. Orang banyak mengenal gadis cantik kelahiran Filipina dan tinggal di Malaysia ini selalu berpenampilan terbuka, memamerkan tubuh indahnya dimanapun ia berada. Tapi kini dia putuskan untuk membuka lembaran baru dan melupakan sejarah kelamnya. 

Kemanapun ia pergi selalu menggunakan hijab dan menutupi auratnya seperti seorang wanita muslimah pada umumnya. Menurut kesaksian model seksi yang menjadi mualaf ini, dia memilih Islam tanpa paksaan dari siapapun, melainkan datang dari hatinya sendiri. 


kisah nyata wanita mualaf

Lebih dari 7 bulan lamanya, Felixia mempelajari dan mencoba untuk memahami agama Islam sebenarnya, sempat ia lebih dahulu belajar agama Kristen dan Buddha. Tapi hatinya merasa tidak begitu 'dekat' dengan Tuhan, hingga hatinya tetap bulat untuk menjadi seorang muslim.

Untungnya keputusan mantan model seksi ini memeluk agama Islam tidak mendapatkan tentangan dari keluarganya. Sang Ibu beserta keluarganya justru mendukung keputusan Felixia. 

Mereka sendiri bercerita sangat bahagia bisa melihat perubahan drastis pada Felixia, penampilannya kini jauh lebih sopan, setelah memakai hijab tidak ada lagi laki-laki yang menatap liar tubuh putrinya, ungkap sang Ibu.

Aku merasa seperti melihat putri kecilku yang dulu kukenal. Dimana ia selalu menangis dan tidur dipangkuanku. Setelah ia besar dan menjadi seorang model majalah dewasa, hatiku merasa sangat hancur. Terlebih saat orang-orang menggunjingkan putriku sebagai wanita nakal. Karena ia selalu pulang dalam keadaan mabuk dan hampir setiap hari selalu diantar oleh pria yang berbeda.

Aku sangat merestui keputusannya untuk memeluk agama Islam, meskipun imannya berbeda dengan kami sekeluarga. 

wanita mualaf mantan model seksi

Dia kini sudah banyak berubah, bukan hanya menjaga penampilannya saja. Tapi putriku tidak pernah lagi terlihat pulang malam, apalagi dalam keadaan mabuk. Setiap harinya selalu ia habiskan waktu hanya untuk mengaji, berkumpul bersama teman-temannya untuk belajar agama Islam lebih tekun. 

Kini Putriku sudah membuka usaha yang halal dan diridhoi Allah untuk mencari nafkah. Dan ia pun sering berbagi rezeki untuk anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Ini sungguh ajaib dan luar biasa, dia memang putri kebanggaanku, ungkap sang Ibu Felixia Yeap, wanita mualaf yang dulunya dikenal sebagai model seksi majalah dewasa.

5 Alasan Mengapa Mencari Teman itu lebih Penting daripada Menemukan Pasangan

Mereka yang kesepian cenderung akan susah dapat pasangan. Apakah kamu setuju? Sebenarnya itu hal yang logis, karena pastinya orang yang suka menyendiri adalah mereka yang kurang bersosialisasi. 

Jika kurang bersosialisi dengan orang lain, entah itu teman kerjaan, teman kuliah atau tetangga kamu, lantas darimana kamu bisa kenal dengan pasanganmu. Ya, walaupun kita percaya jika jodoh itu sudah di tentukan oleh Yang Di Atas, tetapi sebagai manusia tentu kita wajib berusaha bukan?

Jika kamu setuju dengan pendapat saya, atau minimal mulai memahami alasan yang sy kemukakan di atas, tidak ada salahnya jika mulai sekarang, lebih terbukalah terhadap orang lain. Berjalanlah dengan menatap kedepan sambil tersenyum lebar pada setiap orang yang kamu temui. Siapa tahukan salah satu dari orang tersebut adalah jodohmu kelak, hehe...

Oke, untuk lebih meyakinkan dirimu bahwa memperbanyak teman itu penting, serta untuk meyakinkanmu bahwa sangat lebih baik bila kamu mencari banyak teman terlebih dahulu, sebelum mencari pasangan, maka simakalah ulasan dibawah ini. Baca sampai selesai dan cobalah kamu renungkan.

1. Sisi positif dari teman, akan membuat hidupmu lebih menyenangkan

Ungkapan tidak kenal, maka tak sayang, merupakan ungkapan yang tepat untuk memulai interaksi dengan orang. Siapa tahu jika teman-teman baru yang kamu miliki, memiliki hobi yang sama atau mungkin memiliki banyak hal positif yang bisa dibagikan kepadamu. Jika memang demikian, tentu kamu akan sangat beruntung

2. Tidak selamanya keluargamu adalah tempat terbaik untuk berkeluh kesah

Bagi kalian yang telah dewasa, tentu sudah merasakan jika bertambahnya usia, membuat orang yang berinteraksi denganmu makin dikit jumlahnya. Salah satu alasan untuk menambah teman baru adalah untuk menghindari penyesalan di kemudian hari saat kamu telah berkeluarga dan membutuhkan teman untuk berbagi keluah kesah. 

3. Teman yang baik merubah kita menjadi pribadi yang baik

Untuk menjadi seseorang yang istimewa bagi pasangan, ada baiknya jika kamu buat pribadi yang bahagia dengan pola pikir positif. Mendapatkan pola pikir yang positif sendiri, bisa dilakukan dengan banyak hal terutama yang bersumber dari teman-temanmu. Memiliki teman yang baik, mampu membuat sisi positifmu menonjol karenanya.

4. Teman adalah tempat berbagi

Ketika masih kecil, kita sering berandai-andai betapa menyenangkannya menjadi dewasa. Namun bagimana kenyataannya? Menjadi dewasa itu susah. Menjadi dewasa, mengharuskanmu mampu berpikir mandiri dengan seabrek tanggung jawab yang harus dilakukan. 

Menjadi orang dewasa, memang membuatmu bisa berdiri sendiri tanpa perlu orang lain untuk menopangmu dalam melakukan banyak hal. Namun, kamu tetap harus ingat jika yang namanya teman, tetap akan kamu butuhkan untuk berbagi, baik suka maupun duka. 

Salah satu sisi positif yang bisa kamu dapatkan dengan memiliki banyak teman adalah sebagai sandaran saat dibutuhkan. Hidup tidak selamanya indah, inilah kenapa kamu perlu orang yang mampu membawamu kembali berdiri tegap untuk menatap masa depanmu dengan berani. 

5. Supaya rasa takut ditinggal pasangan bisa dihindari

teman vs pacar
Rasa panik ditinggal si dia, bisa saja muncul dan membuat banyak statement negatif di kepalamu. Berinteraksi dengan yang lain, akan membuat hari sepimu bertambah ramai dan rasa cemas ditinggal si dia pun akan mulai memudar.

Mendapatkan banyak teman, membuat kehidupan sosialmu sehat. Selain itu, rasa sepi akibat hari-hari yang hanya dilalui dengan sendiri, bisa terobati dengan banyaknya teman yang saling melengkapi dalam hidupmu. 

Kamis, 18 Agustus 2016

Miliki 6 sifat ini, agar kamu mendapatkan pasangan berkualitas yang layak menjadi pendampingmu

Berusaha menjadi seseorang yang lebih baik dan berkualitas, bisa jadi akan sulit karena mungkin akan banyak tantangan dari lingkungan kamu. Orang di sekitarmu yang sudah lama tahu sifatmu, akan merasa aneh dengan perubahan sikapmu, mereka menganggapmu dingin, tidak ramah, dan sombong. Dan parahnya, mereka akan berusaha menjauhimu. 

Kamu tidak perlu menanggapi orang-orang yang seperti itu, tidak ada manfaatnya, lebih baik  tutup telinga dan menjauhlah dari mereka. Pertahankan 6 sifat berkualitasmu ini dan kamu akan dapatkan teman hingga pasangan yang layak menjadi pengisi hari-harimu. 

1. Berani mencoba hal baru 

Sudah menjadi sifat ilmiah manusia, mempunyai perasaan tidak percaya diri, terutama jika melakukan hal-hal baru.. Namun kamu harus yakin, kamu bukanlah tipe orang yang mudah kalah dengan rasa takut.

pasangan berkualitas
Ketetapan hatimu yang cenderung sangat berani, akan membuat mereka yang gemar bertahan di zona aman, takut denganmu. Sebaliknya, mereka yang gemar tantangan, akan semakin mendekat dan menjadi temanmu. 

2. Tidak suka dengan ketidakjelasan 

Dalam hubungan asmara, kamu tidak suka dengan orang yang tidak memiliki pendirian dan hanya menggantungmu tanpa tujuan yang jelas. Orang-orang yang seperti itu hanya akan membuat waktumu banyak berkurang dan menghindarkanmu dalam mencari pasanganmu yang tepat.

Dalam penjajakan cinta, kamu tidak akan ragu untuk memutuskan hubungan dengan mereka yang hanya tarik ulur denganmu. Kamu akan segera mengalihkan perhatian pada mereka yang memiliki komitmen tinggi denganmu. 

3. Kamu hanya dekat dan berhubungan dengan orang berkualitas yang sama

Kamu adalah kamu. Tidak ada yang bisa menyuruhnu untuk berubah apalagi menyuruhmu menjadi orang lain. Meski saat ini kamu masih dalam kondisi labil karena belum menemukan siapa sebenarnya jati dirimu, namun kamu bisa menyeleksi siapa saja orang yang boleh didekatmu. 

Lingkungan dan teman-teman yang kamu miliki, merupakan cerminan kuat siapa sebenarnya dirimu. 

4. Tidak tertarik dengan masalah apalagi jika harus mengemis perhatian

Sudah menjadi hukum alam jika mereka yang menarik, akan membuat pengalih perhatian bagi orang lain. Inilah kenapa kamu tidak haus yang namanya perhatian apalagi mencari masalah. Mengingat kamu istimewa, maka dengan sendirinya, orang akan datang kepadamu. 

Dalam setiap tindakan yang kamu lakukan, kamu merupakan tipe orang yang senang membahagiakan diri. Penting bagi kamu untuk meluangkan waktu dalam mencari kesenangan diri sendiri. 

5. Tidak tahan dengan pola pikir bodoh

Mereka dengan kualitas yang baik, tidak akan tahan dengan yang namanya kebodohan. Dengan kualitas yang baik, kamu akan cenderung suka belajar. Saat ada informasi masuk, kamu akan segera mencari tahu kebenarannya dan bukan malah langsung percaya begitu saja. 

Orang dengan kualitas baik, memiliki opini yang kuat terhadap sesuatu. Mereka juga tidak segan untuk menyalurkan ilmu mereka pada orang lain.  

6. Tahu kapan waktunya diam dan kapan harus berbicara

Dengan kualitas yang kamu miliki, kamu merupakan orang yang bisa bersikap dengan baik di setiap waktu. Mendengar merupakan langkah terbaik sebagai salah satu sarana belajar. 

Banyak orang yang menganggap jika orang yang cerewet adalah pribadi yang menarik. Namun sebaliknya, dengan mendengar, kamu bisa lebih tahu banyak mengenai hal yang kamu ingin tahu dan berbicara saat waktunya tiba. 

Orang dengan kualitas yang baik, akan menarik orang yang memiliki kualitas baik pula dalam bergaul.

Selasa, 16 Agustus 2016

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Menjadi Wanita Percaya Diri

Sebagai seorang wanita, kamu wajib memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Kenapa demikian? Wanita dengan rasa pecaya diri tinggi, terlihat lebih menawan dan yang pasti matang. Ingin tahu alasan lainnya? Simak jawabannya di bawah ini.

1. Memiliki tanggung jawab yang tinggi

Segala pilihan entah yang baik ataupun yang buruk, memiliki resiko yang patut kamu pertanggung jawabkan. Seorang wanita yang gagal bersanding dengan kekasihnya, tidak akan menyalahkan sang kekasih melainkan mampu menerima segala konsekuensi atas pilihan yang telah diambilnya dulu. 

Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Namun bagi seorang wanita yang percaya diri, hal ini bukan menjadi alasan bagi mereka untuk menyalahkan apa yang telah dilakukan orang lain terhadapnya. Kehidupan yang berat, menuntun mereka untuk bersikap lebih baik dan yang pasti lebih matang dari sebelumnya. 

2. Orang yang percaya diri  tinggi biasanya punya keyakinan yang kuat 

Seorang wanita dengan rasa percaya diri tinggi, mampu mengambil keputusan sendiri, tanpa perlu menunggu orang lain untuk mendikte mereka. Sebaliknya, seorang perempuan yang minder, akan selalu mendengar apa yang orang lain katakan dan mengikutinya. Hal ini terjadi akibat rasa tidak percaya bahkan dengan kemampuan diri sendiri.
wanita percaya diri

Wanita dengan rasa percaya diri, akan mengambil tindakan dengan cepat sesuai dengan kenyamanan serta insting mereka. Tanpa perlu berkonflik terlebih dahulu dengan orang lain atau bahkan diri sendiri, mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat.

3. Tidak suka pamer

Mereka yang gemar berkoar dan pamer akan sesuatu dalam diri kepada orang lain, merupakan tipe orang yang tidak percaya akan kelebihan dalam diri sendiri. Kecantikan ataupun seberapa menawannya dirimu, kamu tidak perlu mengumumkannya pada orang lain, karena tanpa bicara banyakpun, orang lain akan melihatnya sendiri. 

Wanita dengan rasa percaya diri yang tinggi, tidak perlu berbohong mengenai dirinya, karena mereka sadar jika dirinya layak dan pantas untuk diperhitungkan.

4. Bisa berpikir logis

Banyak wanita yang tetap bertahan dalam hubungan tidak sehat karena menganggap, akan ada hal baik yang mampu merubah kekasihnya. Pada akhirnya mereka akan cenderung menunggu keajaiban yang belum tentu datang tidaknya. Bertahan dalam ketidakpastian terlebih pada sebuah hubungan yang tidak sehat, hanya akan menyakitimu.  

Seorang wanita dengan kepercayaan diri tinggi, tentu tidak akan melakukannya. Mereka akan lebih sayang terhadap diri sendiri daripada harus bertahan dengan cinta semu yang membuat mereka tersakiti.  

Ketika hubungan dengan pasangan masih juga memburuk sementara kesempatan telah diberikan, inilah saat yang tepat bagi kamu untuk move on dan meninggalkannya demi masa depan yang lebih baik di depanmu. Hargai dirimu sendiri dan singkirkan segala sesuatu yang membuatmu merasa tidak nyaman apalagi jika terus disakiti.
5. Mampu memilih segala sesuatu dengan pertimbangan yang matang

Rasa percaya diri, menuntun mereka untuk menyayangi diri sendiri. bahkan sebelum berkencan, mereka sudah tahu apakah pasangan yang dipilihnya merupakan sosok yang dia butuhkan atau tidak. Dengan rasa percaya diri yang tinggi, mereka juga akan memilih pria dengan rasa percaya diri tinggi pula. 

Menghargai diri sendiri, merupakan langkah tepat bagimu untuk mencari mereka yang juga menghargai dirimu. Sebaliknya, jika kamu tidak mampu menghargai diri sendiri, secara tidak sadar kamu akan mencari orang yang juga tidak bisa menghargaimu. Pada akhirnya, kamu akan berkubang dalam hubungan tidak sehat yang hanya akan membuatmu tidak nyaman.

Jumat, 15 Juli 2016

Pasangan Lakukan Kekerasan? Ini Tindakan yang Harus Kamu Lakukan!

Pasangan suka memukul kamu? atau, ia suka mengatai-ngatai kamu dengan kata-kata yang tidak sewajarnya? Bila ya, maka kamu telah mengalami kekerasan psikis dan fisik yang dilakukan oleh pasangan kamu. Ini artinya, pasanganmu yang merupakan orang terdekat kamu pun bisa melakukan hal yang tidak diduga oleh kamu.

Kekerasan dalam pacaran atau KDP itu ada dan banyak yang mengalaminya, namun sebagian besar dari mereka tidak sadar kalau sedang mengalami kekerasan. Disatu sisi, mereka mencintainya. Tapi, di sisi lain mereka merasa tersakiti dan tersiksa.

Bila kekerasan itu bener-bener terjadi di dalam hubungan kamu, apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan diam saja dan bertahan, atau kamu akan melawan? Ada banyak yang tidak melapor, dengan alasan karena takut dan cintanya yang begitu dalam. Rasa cinta yang terlalu besar bisa menutup mata seseorang dari segala hal.

Hal penting yang mesti kamu ketahui adalah kekerasan yang terjadi di dalam suatu hubungan, dalam bentuk fisik ataupun psikis, dapat membuat orang yang mengalami terganggu secara mental. Orang tersebut akan merasa harga dirinya direndahkan, akhirnya menjauhkan diri dari pergaulan dan jadi suka berprasangka buruk terhadap orang lain.


1. Beritahu keluarga atau sahabat

Tidak perlu ragu untuk berkonsultasi atau bercerita pada keluarga dan sahabat. Karena dalam kondisi apapun yang kamu alami, masih ada mereka yang mau menerima kamu apa adanya. Untuk itu ceritakan permasalahan yang kamu alami kepada mereka, pasti ada solusinya.

2. Cari kesibukan

Dengan melakukan berbagai aktivitas dan menyibukan diri, otomatis diri kamu akan terfokus pada kegiatan yang kamu jalani. Ini bisa membantu kamu melupakan pasangan, walau sementara. Namun juga, dengan memiliki kegiatan, kamu bisa menjadi percaya diri dan mandiri.

3. Pergi bersama sahabat

Daripada memikirkan masalah pasangan kamu yang hobby dalam hal menyakiti, ada bagusnya kamu hubungi sahabat-sahabat kamu dan pergi bersama mereka. Dijamin, berkumpul bersama teman bisa menghibur kamu sehingga lama-kelamaan akan lupa akan masalah yang sedang kamu alami. Siapa tahu bila mereka bisa membantu kamu menghadapi permasalahan itu.

4. Ikut sesi konseling

Bila kamu tidak mau bercerita kepada keluarga atau sahabat-sahabat tentang kekerasan yang sedang kamu alami, kamu bisa ikut sesi konseling untuk mencari solusinya. Karena dalam sesi tersebut, disana kamu bisa berbagai pengalaman kepada orang lain yang juga mengalam hal serupa dengan kamu. Kamu bisa mendapat pembelajaran dan masukan dari pengalaman orang lain.
5. Bermain dengan hewan peliharaan

Memiliki hewan peliharaan sangat bangun untuk mengatasi hal ini. Kenapa? Karena bermain dengan hewan peliharaan dan melihat tingkah laku yang lucu bisa menghibur kamu sehingga membuat perasaan kamu menjadi lebih baik. Selain itu, keberadaan mereka juga bisa menyibukkan diri kamu karena pastinya mereka harus diurus.

6. Pergi berlibur

Tidak perlu ajak orang lain, cukup pergi seorang diri  ke tempat-tempat yang belum perna kamu kunjungi untuk berlibur. Terkadang berpergian seorang diri itu penting untuk menenangkan hati dan jiwa yang bisa melepaskan segala beban.

7. Berani katakan 'tidak' dan 'berhenti sakiti aku'

Walaupun dia adalah kekasih kamu, tetapi jiwa raga adalah milikmu. Kamulah yang memiliki hak atas tubuh dan jiwamu sendiri bukan dia yang sering memukul dan menghina kamu dengan kata yang tidak pantas. Jika pasangan kamu melakukan tindakan tersebut, kamu tidak perlu takut padanya apalagi takut kehilangan dia. Di dunia ini masih ada banyak lelaki yang lebih baik untuk kamu, jadi kamu tidak perlu khawatir untuk kehilangan satu orang saja!

8.  Laporkan dan tinggalkan

Apabila pasangan kamu tidak mau berubah sikap dan kamu juga tidak dapat mencari jalan solusi yang lebih baik. Kamu bisa berlindung di bawah pasal 351 KUHP yang mengatur tentang dasar peganiayaan. Jadi jangan takut untuk melaporkan!